Blog

  • Pembobolan Toko Emas di Luwu Timur, Pelaku Gasak 162,8 Gram Emas

    Nirwantho (36) warga Desa Bangun Karya, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan terpaksa harus mendekam di ruang sel tahanan Polres Luwu Timur atas perbuatannya yang telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yakni mencuri emas seberat 162,8 gram di Tako Buana Indah Dusun Ulasi, Desa.Manurung, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Senin (7/4/2025)
    Nirwantho (36) warga Desa Bangun Karya, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan terpaksa harus mendekam di ruang sel tahanan Polres Luwu Timur atas perbuatannya yang telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yakni mencuri emas seberat 162,8 gram di Tako Buana Indah Dusun Ulasi, Desa.Manurung, Kecamatan Malili, Luwu Timur
    Berita Sulawesi Selatan terbaru melaporkan kasus pembobolan toko emas di Luwu Timur. Seorang warga nekat melakukan aksi pencurian karena memiliki utang besar, mengambil 162,8 gram emas dengan menggunakan palu dan menodongkan senjata. Kejadian ini menjadi perhatian aparat hukum setempat dan masyarakat di wilayah tersebut.

    Kronologi Pembobolan

    Peristiwa terjadi pada siang hari, saat toko emas relatif sepi. Pelaku masuk dengan paksa dan menghancurkan etalase menggunakan palu. Dengan todongan senjata, pelaku menguasai emas seberat 162,8 gram. Berita Sulawesi Selatan menyoroti modus operandi pelaku yang nekat dan terencana.

    Upaya Polisi dan Penyelidikan

    Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti CCTV. Aparat menurunkan tim untuk mengejar pelaku dan menelusuri kemungkinan jaringan terkait. Warga diimbau memberikan informasi jika mengetahui keberadaan pelaku.

    Motif Pelaku

    Penyelidikan awal menunjukkan pelaku melakukan pembobolan karena tekanan utang pribadi yang menumpuk. Berita Sulawesi Selatan menekankan pentingnya edukasi masyarakat agar tidak mengambil jalan kriminal saat menghadapi masalah finansial.

    Dampak bagi Toko dan Warga

    Toko emas mengalami kerusakan pada etalase dan kerugian materi yang cukup besar. Warga sekitar terkejut dan berharap aparat dapat segera menindak pelaku agar tidak terjadi aksi serupa di masa depan. Berita Sulawesi Selatan juga mengingatkan pemilik usaha untuk meningkatkan sistem keamanan.

    Langkah Pencegahan Kedepan

    Pemilik toko diimbau memasang CCTV, alarm, dan sistem keamanan tambahan. Aparat setempat juga mendorong patroli rutin di kawasan strategis untuk mengantisipasi kejahatan serupa. Warga diharapkan aktif melaporkan kejadian mencurigakan agar penanganan kriminal lebih efektif.

    Baca Juga : Dosen UNM Makassar Ditemukan Meninggal — Diduga Alami Depresi

    Kesimpulan

    Kasus pembobolan toko emas di Luwu Timur menyoroti risiko kejahatan terkait tekanan finansial. Dengan koordinasi cepat antara polisi dan masyarakat, pelaku diharapkan segera ditangkap. Berita Sulawesi Selatan tetap menjadi sumber informasi terpercaya untuk perkembangan kriminalitas di wilayah ini.

  • Dosen UNM Makassar Ditemukan Meninggal — Diduga Alami Depresi

    Polisi melakukan evakuasi terhadap jasad dosen UNM berinisial HY yang ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di sekitar Jalan Monumen Emmy Saelan III, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (11/7/2025).
    Polisi melakukan evakuasi terhadap jasad dosen UNM berinisial HY yang ditemukan tewas

    Ringkasan Peristiwa

    Seorang dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM) ditemukan meninggal pada hari Senin, 11 Agustus 2025. Kepolisian setempat dan pihak keluarga menyampaikan bahwa ada indikasi yang mengarah pada kondisi depresi sebelum peristiwa tersebut.

    Kronologi Singkat

    Informasi awal yang dihimpun menyebutkan bahwa pihak keluarga melaporkan dosen tersebut tak memberikan kabar dalam beberapa hari terakhir. Setelah upaya pencarian, ditemukan bahwa yang bersangkutan telah meninggal. Pihak kepolisian setempat melakukan pemeriksaan awal dan mengonfirmasi bahwa tidak ditemukannya indikasi tindakan pihak ketiga pada lokasi.

    Catatan redaksi: untuk alasan etika pelaporan, artikel ini sengaja tidak memuat detail metode atau gambaran grafis yang dapat membahayakan pembaca atau menimbulkan efek tiruan.

    Pernyataan Keluarga dan Pihak Kampus

    Perwakilan keluarga menyebutkan bahwa almarhum/ah mengalami perubahan suasana hati dan beberapa tanda-tanda stres dalam beberapa bulan terakhir. Pihak UNM menyampaikan duka cita dan menyatakan akan membantu proses pemulangan jenazah serta menyediakan dukungan psikososial bagi rekan kerja dan mahasiswa yang terdampak.

    Tindakan Penyelidikan

    Kepolisian wilayah setempat menyatakan sedang melengkapi berkas pemeriksaan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Hasil pemeriksaan lebih lanjut dan keterangan resmi akan disampaikan kepada publik bila telah final.

    Tentang Kesehatan Mental dan Ajakan Mencari Bantuan

    Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental. Depresi adalah kondisi medis yang serius dan dapat dialami siapa saja. Jika Anda atau orang di sekitar Anda sedang mengalami tekanan emosi, pikiran untuk menyakiti diri, atau perubahan fungsi harian, mohon segera mencari pertolongan profesional.

    Segera hubungi layanan darurat setempat atau fasilitas kesehatan terdekat. Di Indonesia tersedia pula layanan konseling dan hotline kesehatan mental—sisipkan nomor layanan krisis lokal di sini (mis. nomor telepon rumah sakit setempat, kantor Dinas Kesehatan provinsi, atau hotline kesehatan mental) agar pembaca mendapat rujukan langsung.

    Reaksi Publik

    Berita duka ini memicu respons simpatik dari sivitas akademika dan masyarakat. Banyak yang menyerukan agar kampus memperkuat layanan konseling dan program pencegahan stres kerja bagi tenaga pendidik dan mahasiswa.

    Baca Juga : Appi Siapkan Pembangunan Stadion Untia, Groundbreaking 2026 Terinspirasi JIS

    Penutup

    Redaksi menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum/ah. Untuk menjaga etika dan keselamatan pembaca, kami kembali mengingatkan agar setiap pembaca yang membutuhkan bantuan kesehatan mental menghubungi layanan profesional terdekat.

    Tags: UNM Makassar, kesehatan mental, depresi, berita Sulsel

  • Oknum ASN Sulbar Jalani Sidang Pleidoi di Kasus Sindikat Uang Palsu Hari Ini

    Ilustrasi sidang mk
    Ilustrasi sidang mk
    Mamuju, Sulawesi Barat — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawesi Barat kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan keterlibatan dalam sindikat uang palsu. Sidang yang digelar hari ini beragenda pembacaan pleidoi atau nota pembelaan dari pihak terdakwa.

    Kasus Sindikat Uang Palsu yang Menghebohkan

    Kasus ini mencuat beberapa bulan lalu setelah kepolisian membongkar jaringan pembuat dan pengedar uang palsu di wilayah Sulawesi Barat.

    Dalam pengungkapan tersebut, beberapa orang ditangkap, termasuk seorang ASN yang diduga memiliki peran penting dalam sindikat tersebut.

    Agenda Sidang Hari Ini

    Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Mamuju dipimpin oleh majelis hakim yang sama seperti persidangan sebelumnya.

    Agenda utama adalah pembacaan pleidoi atau pembelaan dari terdakwa dan tim penasihat hukumnya.

    Fokus Pleidoi Terdakwa

    Pada persidangan, tim kuasa hukum terdakwa menyampaikan bahwa kliennya hanya menjadi korban keadaan dan tidak terlibat dalam pembuatan uang palsu.

    Selain itu, pembelaan juga menekankan bahwa terdakwa tidak menikmati keuntungan dari hasil kejahatan tersebut.

    Kronologi Singkat Kasus

    Kasus ini bermula dari penggerebekan di sebuah rumah kontrakan yang diduga menjadi lokasi percetakan uang palsu.

    Polisi menemukan lembaran uang palsu pecahan Rp100 ribu, peralatan cetak, serta bahan baku yang siap digunakan.

    Peran ASN dalam Sindikat

    Berdasarkan penyelidikan, oknum ASN tersebut diduga memfasilitasi peredaran uang palsu melalui jaringan lokal di Sulbar.

    Namun, dalam persidangan, kuasa hukum membantah tuduhan tersebut dan menyebut keterlibatan kliennya hanya sebatas mengenal salah satu pelaku utama.

    Baja Juga : Tiga Pria Wajo Ditangkap Usai Tipu WNA Malaysia Rp150 Juta, Ini Modus Penipuannya

    Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

    Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp100 juta.

    Tuntutan tersebut didasarkan pada Pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

    Respon Majelis Hakim

    Majelis hakim menyatakan akan mempelajari pleidoi yang disampaikan terdakwa dan tim kuasa hukumnya.

    Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan putusan akhir.

    Reaksi Keluarga dan Masyarakat

    Keluarga terdakwa tampak hadir di ruang sidang dan berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang adil.

    Sementara itu, kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang ASN yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

    Upaya Pencegahan dan Edukasi

    Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap peredaran uang palsu.

    Masyarakat juga diimbau untuk melapor jika menemukan lembaran uang yang mencurigakan.

  • Appi Siapkan Pembangunan Stadion Untia, Groundbreaking 2026 Terinspirasi JIS

    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama pejabat Pemkot Makassar meninjau Jakarta International Stadium (JIS).

    Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan komitmennya untuk membangun Stadion Untia. Proses groundbreaking ditargetkan pada 2026 dengan konsep yang merujuk pada Jakarta International Stadium (JIS).

    Komitmen Bangun Stadion Baru

    Appi menyampaikan rencana pembangunan stadion ini sebagai langkah untuk mendorong perkembangan olahraga, khususnya sepak bola di Makassar.

    Menurutnya, keberadaan stadion baru akan menjadi simbol kebanggaan masyarakat sekaligus mendukung event olahraga berskala nasional maupun internasional.

    Target Groundbreaking 2026

    Pemerintah Kota Makassar menargetkan proses peletakan batu pertama atau groundbreaking Stadion Untia dapat dimulai pada 2026.

    Langkah ini dilakukan setelah seluruh proses perencanaan, perizinan, dan pembebasan lahan selesai dilakukan secara bertahap.

    Konsep Terinspirasi JIS

    Appi menjelaskan bahwa desain Stadion Untia akan mencontoh konsep modern dari Jakarta International Stadium (JIS).

    Stadion tersebut akan mengedepankan kenyamanan penonton, fasilitas berstandar FIFA, serta area komersial untuk mendukung keberlanjutan finansial stadion.

    Dukungan Infrastruktur dan Akses

    Pemkot Makassar juga menyiapkan rencana pembangunan akses jalan dan transportasi publik menuju Untia agar stadion mudah dijangkau.

    Selain itu, lahan parkir luas dan fasilitas pendukung akan disiapkan untuk mengantisipasi ribuan penonton pada hari pertandingan.

    Manfaat bagi Olahraga dan Ekonomi

    Pembangunan stadion baru ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi sepak bola Makassar serta mendorong sektor ekonomi kreatif.

    Event olahraga dan konser di stadion nantinya juga akan memberi dampak positif bagi pariwisata dan UMKM setempat.

    Baca Juga : Sekap dan Perkosa Remaja Perempuan, Pemuda di Gowa Ditangkap Polisi

    Kolaborasi dengan Investor

    Appi mengungkapkan bahwa proyek ini akan melibatkan investor swasta dan BUMN untuk meminimalkan beban APBD.

    Konsep kerja sama ini diharapkan membuat pembangunan lebih cepat dan pengelolaan stadion lebih profesional.

    Perencanaan Berbasis Studi Kelayakan

    Sebelum memulai groundbreaking, Pemkot Makassar akan melakukan studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, finansial, dan lingkungan.

    Studi ini menjadi landasan agar stadion tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga fungsional dan berkelanjutan.

    Dukungan Masyarakat

    Masyarakat Makassar menyambut antusias rencana pembangunan stadion baru ini. Banyak warga berharap stadion dapat menjadi markas PSM Makassar dengan fasilitas modern.

    “Kami ingin punya stadion yang bisa membanggakan Makassar seperti JIS di Jakarta,” ujar salah satu suporter.

    Harapan untuk Makassar

    Appi menegaskan bahwa Stadion Untia adalah proyek jangka panjang yang akan membawa Makassar ke level baru dalam dunia olahraga.

    Dengan dukungan semua pihak, ia optimis stadion ini akan menjadi ikon baru dan pusat kegiatan olahraga serta hiburan di kawasan timur Indonesia.

  • Sekap dan Perkosa Remaja Perempuan, Pemuda di Gowa Ditangkap Polisi

     

    Remaja di Gowa Sekap dan Perkosa Anak di Bawah Umur | IDN Times Sulsel

    Gowa, Sulawesi Selatan — Seorang pemuda di Kabupaten Gowa ditangkap pihak kepolisian setelah diduga menyekap dan memperkosa seorang remaja perempuan. Kasus ini menuai keprihatinan masyarakat dan sorotan media lokal.

    Kronologi Kejadian

    Kejadian bermula saat korban, seorang siswi berusia 16 tahun, dilaporkan hilang oleh keluarganya pada awal pekan lalu. Setelah dilakukan pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi trauma berat di rumah salah satu kerabat pelaku.

    Menurut pihak keluarga, korban sempat meninggalkan rumah setelah berpamitan untuk bertemu temannya. Namun, ia tidak kembali hingga keesokan harinya, sehingga pihak keluarga melapor ke polisi.

    Penangkapan Pelaku

    Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat dan jejak digital korban, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial MR (23). Ia ditangkap di kediamannya di Kecamatan Somba Opu tanpa perlawanan.

    Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, membenarkan penangkapan tersebut dan menyatakan bahwa pelaku kini telah ditahan untuk penyidikan lebih lanjut.

    Baca Juga : Tiga Pria Wajo Ditangkap Usai Tipu WNA Malaysia Rp150 Juta, Ini Modus Penipuannya

    Modus dan Motif

    Pelaku diduga menjebak korban dengan janji bertemu di tempat umum, namun kemudian membawanya ke lokasi terpencil. Di sana, korban disekap selama dua hari dan mengalami kekerasan seksual.

    Pelaku bahkan sempat mengancam korban agar tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapa pun. Namun, keberanian korban akhirnya mengungkap kasus ini.

    Pemeriksaan Psikologis dan Medis

    Setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis dan pendampingan psikologis. Hasil visum mendukung laporan dugaan perkosaan.

    Pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa turut mendampingi proses pemeriksaan korban yang saat ini masih mengalami trauma mendalam.

    Ancaman Hukuman

    Pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, serta Pasal 328 KUHP tentang penyekapan. Ia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

    “Kami akan memproses pelaku secara hukum dan memberikan perlindungan maksimal bagi korban,” ujar AKBP Reonald dalam konferensi pers di Mapolres Gowa.

    Respons Masyarakat

    Kejadian ini mengundang kecaman dari berbagai pihak. Aktivis perlindungan anak menilai bahwa kasus ini mencerminkan lemahnya kontrol sosial terhadap relasi remaja dan pentingnya edukasi seksual.

    “Perlu pendekatan menyeluruh, baik dari sisi keluarga, sekolah, maupun pemerintah,” kata Nur Hidayah, penggiat LSM Perlindungan Perempuan di Makassar.

    Tanggapan Pemerintah Daerah

    Pemerintah Kabupaten Gowa menyatakan akan meningkatkan program sosialisasi tentang kekerasan seksual dan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.

    Bupati Gowa menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh penegakan hukum dan akan bekerja sama dengan instansi terkait dalam proses pemulihan korban.

    Kebutuhan Perlindungan Lanjutan

    Korban akan ditempatkan di rumah aman untuk sementara waktu, guna memastikan keselamatannya dan memfasilitasi proses rehabilitasi mental serta emosional.

    Pendamping hukum juga telah disiapkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) setempat untuk membantu proses peradilan.

    Langkah Pencegahan ke Depan

    Kapolres Gowa mengimbau para orang tua untuk lebih aktif memantau aktivitas anak, terutama di media sosial. Pelaku diketahui sempat berinteraksi dengan korban melalui aplikasi perpesanan daring.

    Pihak kepolisian juga berencana mengadakan edukasi ke sekolah-sekolah terkait bahaya pergaulan bebas dan pentingnya mengenal hak-hak anak.

    Penutup

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak masih menjadi ancaman serius. Upaya bersama dari semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

    Dengan penanganan yang cepat dan tegas, diharapkan keadilan bagi korban dapat ditegakkan dan kasus serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

  • Tiga Pria Wajo Ditangkap Usai Tipu WNA Malaysia Rp150 Juta, Ini Modus Penipuannya

    3 Warga Wajo Ditangkap usai Tipu WNA Malaysia Rp150 Juta, Ini Modusnya
    3 Warga Wajo Ditangkap usai Tipu WNA Malaysia Rp150 Juta, Ini Modusnya

    Wajo, Sulawesi Selatan — Tiga warga Kabupaten Wajo harus berurusan dengan hukum setelah ditangkap polisi karena diduga melakukan penipuan terhadap seorang warga negara asing asal Malaysia. Korban mengalami kerugian hingga Rp150 juta akibat ulah para pelaku.

    Penangkapan Berawal dari Laporan Korban

    Kasus ini mencuat setelah korban, yang merupakan seorang pengusaha asal Kuala Lumpur, melaporkan penipuan tersebut ke pihak kepolisian melalui Konsulat Jenderal Malaysia di Makassar. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Resmob Polres Wajo.

    Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil mengamankan tiga pelaku di lokasi berbeda dalam waktu kurang dari 48 jam.

    Identitas dan Peran Pelaku

    Ketiga pelaku diketahui berinisial AR (32), MS (29), dan HF (34). Ketiganya merupakan warga asli Kabupaten Wajo yang selama ini dikenal aktif di media sosial dan perdagangan daring.

    Menurut polisi, ketiganya memiliki peran masing-masing dalam menjalankan modus penipuan yang mereka rancang bersama secara sistematis.

    Modus Penipuan Melalui Transaksi Online

    Para pelaku menggunakan platform media sosial untuk berkenalan dengan korban. Mereka kemudian menawarkan kerja sama bisnis dalam bentuk investasi ekspor barang dari Sulawesi ke Malaysia.

    Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan mengirimkan dokumen palsu seperti invoice, kontrak kerja sama, dan foto gudang palsu melalui aplikasi pesan instan.

    Baca Juga : 1 Kamar di Wisma Anda Belopa Terbakar, Pemilik Pastikan Tamu Selamat

    Korban Tertipu Hingga Rp150 Juta

    Korban akhirnya mentransfer dana sebesar Rp150 juta ke rekening salah satu pelaku sebagai uang muka untuk pengiriman produk.

    Namun, setelah uang ditransfer, para pelaku langsung memutus komunikasi dan memblokir semua akses korban. Dari sinilah korban menyadari dirinya telah ditipu.

    Barang Bukti Disita Polisi

    Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku, termasuk dua unit ponsel, kartu ATM, buku tabungan, dan dokumen palsu yang digunakan untuk memperdaya korban.

    Penyidik juga melacak aliran dana dan berhasil membekukan sisa uang yang masih berada di rekening pelaku.

    Pengakuan Mengejutkan dari Pelaku

    Salah satu pelaku mengaku baru pertama kali melakukan penipuan terhadap WNA. Namun, polisi menemukan indikasi bahwa mereka telah beraksi lebih dari sekali dengan target serupa.

    “Kami tergiur karena korban terlihat percaya. Kami butuh uang,” ujar pelaku AR saat diperiksa polisi.

    Polisi Jerat dengan Pasal Berlapis

    Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

    Kapolres Wajo mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran bisnis daring, terlebih yang melibatkan pengiriman dana dalam jumlah besar.

    Reaksi Pemerintah Daerah

    Pemerintah Kabupaten Wajo menyatakan keprihatinan atas kasus ini dan berjanji akan meningkatkan literasi digital serta edukasi hukum kepada masyarakat setempat.

    “Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan lembaga terkait agar kasus seperti ini tidak terulang,” kata juru bicara Pemkab Wajo.

    Respons dari Konsulat Malaysia

    Pihak Konsulat Jenderal Malaysia di Makassar menyampaikan apresiasi atas kerja cepat kepolisian Indonesia dalam menangani laporan warga negaranya.

    Mereka juga akan mendampingi korban dalam proses hukum selanjutnya dan memastikan keadilan ditegakkan.

    Publik Diminta Waspada

    Polres Wajo mengingatkan bahwa penipuan online dengan modus bisnis palsu makin marak, khususnya dengan sasaran warga asing yang tidak mengenal sistem lokal.

    Karena itu, penting bagi semua pihak untuk melakukan verifikasi secara menyeluruh sebelum menjalin kerja sama atau mentransfer dana dalam jumlah besar.

    Penutup

    Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa kejahatan dunia maya semakin berkembang, bahkan bisa melintasi batas negara. Dengan kerjasama lintas instansi, kasus seperti ini dapat ditindak tegas.

    Kepolisian berharap masyarakat tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi atau bisnis online yang tidak jelas asal usul dan legalitasnya.

  • 1 Kamar di Wisma Anda Belopa Terbakar, Pemilik Pastikan Tamu Selamat

    1 Kamar di Wisma Anda Belopa Terbakar, Pemilik Pastikan Tamu Selamat

    Belopa, Luwu Sebuah insiden kebakaran terjadi di salah satu kamar Wisma Anda, yang terletak di pusat kota Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Selasa malam (29/7). Meskipun sempat memicu kepanikan, pihak pengelola memastikan semua tamu dalam kondisi selamat.

    Kronologi Kejadian

    Menurut informasi yang diperoleh di lokasi, api mulai terlihat sekitar pukul 21.30 WITA dari salah satu kamar di lantai dua. Kepulan asap langsung membubung dan menarik perhatian penghuni serta warga sekitar.

    Pihak pengelola segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Luwu yang tiba di lokasi tidak lama kemudian untuk melakukan pemadaman.

    Upaya Evakuasi dan Penanganan Cepat

    Saat api mulai membesar, karyawan wisma langsung mengarahkan tamu-tamu untuk keluar dari bangunan dengan tertib. Proses evakuasi berjalan cepat dan tidak menimbulkan korban jiwa.

    “Kami pastikan seluruh tamu sudah dievakuasi dengan selamat sebelum pemadam datang. Syukurlah tidak ada yang terluka,” ujar pemilik wisma, Andi Salim.

    Api Berasal dari Konsleting Listrik

    Menurut petugas pemadam kebakaran, dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dari salah satu perangkat elektronik di dalam kamar.

    “Diduga kipas angin yang dibiarkan menyala terus-menerus menyebabkan korsleting. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan,” kata seorang petugas di lapangan.

    Kerugian dan Dampak

    Satu kamar dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat terbakar. Beberapa perabotan, kasur, dan dokumen di dalam kamar hangus tak tersisa.

    Kerugian material diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Bagian lain dari wisma tidak terdampak karena api berhasil dikendalikan dengan cepat.

    Baca Juga : Akselerasi Digitalisasi Pembayaran di Kawasan Timur Indonesia

    Respon Masyarakat dan Pemerintah Daerah

    Warga sekitar membantu evakuasi dan pengamanan area sebelum tim pemadam tiba. Camat Belopa juga turut memantau langsung proses penanganan di lokasi kejadian.

    “Kami apresiasi kesiapsiagaan pengelola dan warga sekitar. Tidak ada korban jiwa adalah hal terpenting,” ujar perwakilan kecamatan.

    Tamu Dipindahkan Sementara

    Pihak wisma memindahkan sementara tamu-tamu yang terdampak ke kamar lain dan memberikan kompensasi atas ketidaknyamanan yang terjadi.

    “Kami tetap buka seperti biasa dan sudah melakukan pengecekan keamanan listrik secara menyeluruh,” tambah pemilik wisma.

    Tindakan Pencegahan ke Depan

    Setelah insiden tersebut, pihak manajemen wisma menyatakan akan meningkatkan standar keamanan, termasuk pemasangan alarm asap dan pelatihan mitigasi bencana bagi staf.

    “Kami akan pastikan hal ini tidak terulang dan semua sistem pengamanan ditingkatkan,” kata manajemen dalam pernyataan resminya.

    Penegasan dari Pemadam Kebakaran

    Kepala Dinas Damkar Luwu mengingatkan pemilik tempat usaha penginapan untuk rutin mengecek instalasi listrik dan menyediakan alat pemadam ringan (APAR) di tiap kamar.

    Ia juga menegaskan pentingnya simulasi evakuasi bagi karyawan dan penghuni secara berkala.

    Penutup: Wisma Kembali Beroperasi Normal

    Wisma Anda kini telah kembali beroperasi normal, dan kamar yang terdampak sedang dalam proses renovasi. Tidak ada korban luka atau jiwa dalam kejadian ini.

    Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan, terutama di fasilitas publik seperti penginapan dan hotel.

  • Makassar Luncurkan QRIS Tap: Akselerasi Digitalisasi Pembayaran di Kawasan Timur Indonesia

    Kepala KPwBI Provinsi Sulsel Rizki Ernadi Wimanda (kedua kiri) bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (kedua kanan) meluncurkan QRIS Tap di Kota Makassar, Sulsel, Minggu (29/6/2025). Bank Indonesia luncurkan QRIS Tap di Makassar, mempercepat transaksi dan dorong digitalisasi pembayaran di wilayah timur Indonesia. /Bisnis-Nugroho Nafika Kassa.
    Kepala KPwBI Provinsi Sulsel Rizki Ernadi Wimanda (kedua kiri) bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (kedua kanan) meluncurkan QRIS Tap di Kota Makassar, Sulsel

    Makassar, Kota Makassar resmi meluncurkan sistem pembayaran QRIS Tap sebagai langkah konkret dalam mendukung transformasi ekonomi digital, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

    QRIS Tap sebagai Inovasi Pembayaran Non-Tunai

    Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Tap kini mulai digunakan secara luas di sektor ritel, pasar tradisional, transportasi umum, dan sektor pariwisata di Makassar. Dengan sekali tap, transaksi dapat dilakukan secara cepat, aman, dan efisien.

    Penerapan QRIS Tap ini merupakan kelanjutan dari program digitalisasi sistem pembayaran nasional yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan pemerintah daerah.

    Transformasi Digital di Kawasan Timur Indonesia

    Penerapan QRIS Tap di Makassar diharapkan menjadi pintu masuk akselerasi digitalisasi di seluruh wilayah Indonesia Timur. Kota ini menjadi percontohan dan pusat pelatihan untuk penerapan sistem QRIS Tap di provinsi lain seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

    Bank Indonesia mencatat bahwa transaksi QRIS meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir, menunjukkan minat masyarakat terhadap metode pembayaran digital semakin tinggi.

    Dukungan Pemerintah Kota dan BI

    Wali Kota Makassar menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ekosistem digital yang inklusif. Pemerintah Kota menggandeng UMKM, pelaku pasar tradisional, dan transportasi lokal untuk segera mengadopsi teknologi ini.

    “Kami ingin menjadikan Makassar sebagai kota percontohan pembayaran non-tunai di Indonesia Timur,” tegasnya dalam acara peluncuran QRIS Tap.

    Respon Positif dari Masyarakat dan UMKM

    Pelaku usaha mikro dan kecil menyambut baik penerapan QRIS Tap karena memberikan kemudahan dalam pencatatan transaksi serta mengurangi risiko kehilangan uang tunai. Mereka juga mendapat pelatihan dari BI dan Dinas Koperasi setempat.

    Salah satu pedagang di Pasar Pa’baeng-baeng mengaku senang karena pelanggan kini bisa bertransaksi lebih cepat tanpa harus repot menyiapkan uang pas.

    Baca Juga : Kemenkumham Sulsel Bahas Tiga Raperda Prioritas Sidrap Lewat Forum Harmonisasi

    Keamanan dan Efisiensi Pembayaran

    Sistem QRIS Tap juga dilengkapi dengan fitur keamanan ganda, seperti otentikasi biometrik dan verifikasi PIN, guna menjaga data dan dana pengguna tetap aman.

    Selain itu, sistem ini dirancang untuk meminimalkan kesalahan input nominal dan mempercepat antrean di kasir maupun gerbang transportasi.

    Penguatan Literasi Digital

    Peluncuran QRIS Tap turut diiringi dengan edukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan digital. Bank Indonesia menggandeng kampus, sekolah, dan komunitas digital untuk menyosialisasikan manfaat transaksi nontunai.

    Program ini juga menyasar generasi muda dan pelajar untuk terbiasa menggunakan instrumen digital dalam kehidupan sehari-hari.

    Sinergi Antar Lembaga

    Implementasi QRIS Tap tidak terlepas dari kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemkot Makassar, perbankan, operator teknologi, dan pelaku sektor informal. Setiap pihak memiliki peran strategis dalam membangun infrastruktur dan kesadaran digital.

    Sinergi ini penting untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang kuat dan berkelanjutan.

    Perluasan ke Sektor Transportasi

    Salah satu sektor yang menjadi prioritas integrasi QRIS Tap adalah transportasi umum, termasuk angkot, bus kota, dan kapal penyeberangan. Beberapa trayek telah dilengkapi mesin tap QRIS untuk pembayaran tarif tanpa u

  • Kemenkumham Sulsel Bahas Tiga Raperda Prioritas Sidrap Lewat Forum Harmonisasi

    Makassar, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan memfasilitasi kegiatan harmonisasi tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

    Harmonisasi Demi Sinkronisasi Peraturan

    Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan substansi Raperda agar tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Harmonisasi ini dilakukan melalui forum intensif yang melibatkan tim dari Kanwil Kemenkumham Sulsel dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap.

    Ketiga Raperda yang dibahas meliputi bidang ketenagakerjaan, perlindungan sosial, dan pengelolaan pasar daerah.

    Raperda Prioritas untuk Pembangunan Daerah

    Raperda pertama mengatur tentang peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi pekerja, sekaligus mendukung iklim investasi di Sidrap.

    Raperda kedua menyasar perlindungan sosial berbasis data terpadu, sementara Raperda ketiga terkait dengan optimalisasi pengelolaan pasar tradisional agar lebih tertib dan efisien.

    Kolaborasi Antar-Instansi

    Dalam proses harmonisasi, tim perancang peraturan perundang-undangan dari Kemenkumham memberikan masukan substansial terhadap pasal-pasal yang berpotensi multitafsir atau tidak sesuai hierarki hukum nasional.

    Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui Bagian Hukum juga memaparkan latar belakang dan urgensi dari masing-masing rancangan peraturan.

    Langkah Strategis dalam Reformasi Regulasi

    Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Sulsel menekankan bahwa proses harmonisasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem regulasi daerah yang responsif dan berkualitas.

    “Kami ingin memastikan bahwa setiap Raperda yang lahir di daerah memiliki daya laku dan tidak bertentangan dengan hukum nasional,” ujarnya.

    Keterlibatan Aktif Pemerintah Daerah

    Asisten I Pemerintah Kabupaten Sidrap menyampaikan apresiasi terhadap fasilitasi dari Kemenkumham. Ia berharap Raperda yang sedang dibahas bisa segera disahkan menjadi Perda demi kesejahteraan masyarakat Sidrap.

    Ia juga menambahkan bahwa partisipasi lintas sektor diperlukan dalam setiap tahap pembentukan peraturan agar implementasinya berjalan efektif.

    Baca Juga : Anak Berkebutuhan Khusus Memukau Lewat Tari Tulolonna di Peringatan HAN 2025

    Penguatan Kapasitas Hukum Daerah

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang teknik penyusunan regulasi, serta pentingnya legal drafting yang sesuai standar nasional.

    Dengan demikian, kualitas produk hukum di tingkat daerah akan meningkat secara signifikan.

    Forum Diskusi yang Konstruktif

    Forum harmonisasi berlangsung dalam suasana diskusi terbuka dan konstruktif. Setiap peserta diberi ruang untuk menyampaikan pandangan serta mengusulkan redaksional yang lebih tepat.

    Hal ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik hukum di kemudian hari saat Perda mulai diberlakukan.

    Tahapan Berikutnya Setelah Harmonisasi

    Setelah melalui proses harmonisasi, ketiga Raperda akan dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk dilakukan perbaikan final sebelum diserahkan ke DPRD.

    Jika disetujui, Raperda akan ditetapkan menjadi Perda dan mulai berlaku sesuai ketentuan.

    Dukungan terhadap Tata Kelola Pemerintahan

    Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antar-lembaga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan berbasis hukum.

    Dengan penguatan regulasi daerah, pelayanan publik dan pembangunan daerah akan lebih terarah dan akuntabel.

  • Anak Berkebutuhan Khusus Memukau Lewat Tari Tulolonna di Peringatan HAN 2025

    Sejumlah Anak Disabilitas Bawakan Tari

    Makassar,  Suasana penuh haru dan semangat terasa dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang digelar di Makassar.

    Semangat Inklusif Warnai Peringatan HAN

    Pada acara tersebut, sejumlah anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan Down Syndrome, tampil membawakan Tari Tulolonna, sebuah tarian tradisional asal Sulawesi Selatan yang sarat makna.

    Penampilan mereka menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara, memukau para hadirin dengan gerakan yang terkoordinasi dan ekspresi penuh semangat.

    Tari Tulolonna: Tradisi dan Makna

    Tari Tulolonna menceritakan kisah perjalanan hidup, harapan, dan kekuatan menghadapi tantangan. Hal ini selaras dengan perjuangan para anak disabilitas yang tampil dengan percaya diri di atas panggung.

    Para penari menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.

    Down Syndrome Bukan Penghalang

    Seorang anak penyandang Down Syndrome menjadi pusat perhatian. Ia menari dengan semangat, mengikuti irama musik dengan ketekunan dan ketepatan yang luar biasa.

    Kehadirannya membawa pesan kuat: bahwa setiap anak, apapun kondisinya, berhak untuk diakui dan dihargai.

    Baca Juga : Warung Neni Panen Berkah dari Program Penanaman Mangrove di Vale

    Pelibatan Aktif Komunitas Disabilitas

    Acara ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tapi juga menjadi ruang inklusi bagi komunitas disabilitas. Anak-anak dari sekolah luar biasa (SLB) dilibatkan secara aktif dalam latihan dan pertunjukan.

    Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah, komunitas seni, dan lembaga pendidikan khusus di Sulawesi Selatan.

    Apresiasi dari Masyarakat

    Penampilan anak-anak disabilitas menuai apresiasi besar. Para penonton memberikan tepuk tangan meriah, dan sebagian terlihat terharu menyaksikan keberanian dan semangat mereka.

    Banyak yang mengungkapkan kekaguman atas kemampuan anak-anak menampilkan budaya lokal dengan begitu apik.

    Peran Guru dan Pendamping

    Kesuksesan penampilan ini tidak lepas dari peran guru dan pendamping yang sabar dan telaten membimbing para peserta.

    Proses latihan berlangsung selama beberapa minggu, dengan pendekatan yang menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman dan percaya diri.

    Momentum Penguatan Inklusi

    Pementasan tari ini menjadi momentum penting dalam menguatkan nilai inklusi dalam pendidikan dan budaya. Tidak hanya bagi peserta, tapi juga untuk masyarakat yang hadir dan menyaksikan.

    Pesan yang disampaikan sangat jelas: semua anak memiliki potensi, dan semua pantas diberi ruang untuk tumbuh dan bersinar.

    Menumbuhkan Kepercayaan Diri

    Bagi para peserta, tampil di panggung besar memberikan pengalaman yang luar biasa. Kepercayaan diri mereka tumbuh, begitu juga dengan motivasi untuk terus belajar dan berkarya.

    Orang tua pun merasa bangga dan terharu atas pencapaian anak-anak mereka.

    Mendorong Partisipasi Budaya yang Setara

    Acara ini sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya daerah seharusnya melibatkan semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas.

    Dengan demikian, budaya menjadi milik bersama dan sarana penyatuan, bukan pemisahan.