Dalam deklarasi tersebut, seluruh pihak sepakat menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Sulsel agar aktivitas masyarakat dan roda pemerintahan tetap berjalan normal.
Poin-Poin Deklarasi Damai
Deklarasi damai yang dibacakan bersama berisi komitmen untuk:
- Menolak segala bentuk kekerasan dan provokasi yang memecah belah masyarakat.
- Menjaga persatuan dan kesatuan di Sulsel di atas kepentingan kelompok maupun individu.
- Mendukung proses hukum yang adil dan transparan terhadap pihak-pihak yang terlibat kerusuhan.
- Mengutamakan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan konflik.
Para tokoh yang hadir menegaskan bahwa kedamaian adalah syarat utama untuk pembangunan daerah.
Pernyataan Forkopimda
Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa aparat keamanan siap menjaga situasi tetap aman. Namun, ia menekankan bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi dan TNI, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Sulsel menegaskan bahwa deklarasi damai ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan publik. “Kami berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga demi kesejahteraan seluruh warga Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Baca Juga : Malili Luwu Timur Fokus Pengembangan Industri dan Infrastruktur
Dukungan Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat, pemimpin adat, serta perwakilan organisasi pemuda menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Forkopimda. Mereka menilai, tanpa persatuan, Sulsel akan sulit berkembang. Deklarasi ini juga dianggap sebagai simbol bahwa perbedaan pandangan bisa diselesaikan dengan cara yang damai.
Salah satu pemuka agama menambahkan bahwa doa dan spiritualitas juga perlu digelorakan agar Sulsel selalu terhindar dari konflik berkepanjangan.

Leave a Reply