Category: Sosial

  • 10 Kota dengan Skor Toleransi Terendah di Indonesia, Cilegon-Makassar

    Sejumlah orang mengatasnamakan Komite Penyelamat Kearifan Lokal Kota Cilegon menolak pendirian gereja di Cilegon, Banten. (M Iqbal/detikcom)

    Setara Institute merilis Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang menyoroti tingkat toleransi di berbagai daerah di Indonesia. Laporan ini memuat sepuluh kota dengan skor toleransi terendah, termasuk Cilegon di Banten dan Makassar di Sulawesi Selatan.

    Indeks Kota Toleran 2025

    Indeks Kota Toleran mengukur kinerja pemerintah kota dalam mengelola keberagaman agama, etnis, dan budaya. Penilaian didasarkan pada empat indikator utama: regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah, pernyataan pejabat publik, serta tingkat peristiwa pelanggaran kebebasan beragama di wilayah tersebut.

    Setara Institute melakukan riset terhadap 100 kota di Indonesia. Hasilnya menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup lebar antara kota dengan skor tertinggi dan kota dengan skor terendah.

    10 Kota dengan Skor Terendah

    Berdasarkan laporan terbaru, berikut daftar 10 kota dengan skor toleransi terendah:

    1. Cilegon
    2. Makassar
    3. Banda Aceh
    4. Depok
    5. Sabang
    6. Padang
    7. Serang
    8. Ternate
    9. Pekanbaru
    10. Bima

    Kota-kota tersebut mendapat sorotan karena rendahnya perlindungan terhadap kebebasan beragama, masih adanya diskriminasi dalam kebijakan publik, hingga lemahnya penegakan hukum terhadap intoleransi.

    Faktor Penyebab Skor Rendah

    Setara Institute menilai sejumlah faktor yang memengaruhi rendahnya skor toleransi, antara lain:

    • Kebijakan pemerintah kota yang membatasi pendirian rumah ibadah.
    • Pernyataan pejabat publik yang cenderung diskriminatif.
    • Minimnya program inklusif untuk memperkuat kerukunan warga.
    • Masih sering terjadi penolakan kelompok minoritas dalam praktik sosial keagamaan.

    Kondisi ini menunjukkan perlunya perbaikan serius agar kota-kota tersebut dapat meningkatkan kualitas tata kelola keberagaman.

    Respon Pemerintah Daerah

    Beberapa pemerintah kota menanggapi laporan ini dengan beragam cara. Pemerintah Kota Makassar, misalnya, menyatakan akan meningkatkan dialog antarumat beragama melalui forum kerukunan. Sementara Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen meninjau ulang aturan soal pendirian rumah ibadah yang selama ini menuai kritik.

    Di sisi lain, beberapa pejabat daerah menganggap penilaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi masyarakat. Namun, organisasi masyarakat sipil menekankan pentingnya laporan ini sebagai bahan evaluasi.

    Baca Juga :

    Biografi Singkat WR Supratman: Dari Jatinegara hingga ke Makassar dan Surabaya

    Pentingnya Indeks Toleransi

    Indeks Kota Toleran menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat sipil untuk memperbaiki kualitas kebijakan inklusif. Dengan data ini, kota-kota di Indonesia diharapkan mampu memperkuat nilai keberagaman yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

    “Toleransi adalah fondasi utama kehidupan demokratis di Indonesia. Jika sebuah kota gagal menjaga kerukunan, maka masyarakat akan rentan terpecah,” kata peneliti Setara Institute dalam laporannya.

    Kategori: Nasional, Sosial

    Tag: Toleransi, Indeks Kota Toleran, Setara Institute

    Topik: Kerukunan Umat, Kebijakan Publik, Keberagaman