Category: Nasional

  • Dosen UNM Makassar Ditemukan Meninggal — Diduga Alami Depresi

    Polisi melakukan evakuasi terhadap jasad dosen UNM berinisial HY yang ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di sekitar Jalan Monumen Emmy Saelan III, Kelurahan Karunrung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (11/7/2025).
    Polisi melakukan evakuasi terhadap jasad dosen UNM berinisial HY yang ditemukan tewas

    Ringkasan Peristiwa

    Seorang dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM) ditemukan meninggal pada hari Senin, 11 Agustus 2025. Kepolisian setempat dan pihak keluarga menyampaikan bahwa ada indikasi yang mengarah pada kondisi depresi sebelum peristiwa tersebut.

    Kronologi Singkat

    Informasi awal yang dihimpun menyebutkan bahwa pihak keluarga melaporkan dosen tersebut tak memberikan kabar dalam beberapa hari terakhir. Setelah upaya pencarian, ditemukan bahwa yang bersangkutan telah meninggal. Pihak kepolisian setempat melakukan pemeriksaan awal dan mengonfirmasi bahwa tidak ditemukannya indikasi tindakan pihak ketiga pada lokasi.

    Catatan redaksi: untuk alasan etika pelaporan, artikel ini sengaja tidak memuat detail metode atau gambaran grafis yang dapat membahayakan pembaca atau menimbulkan efek tiruan.

    Pernyataan Keluarga dan Pihak Kampus

    Perwakilan keluarga menyebutkan bahwa almarhum/ah mengalami perubahan suasana hati dan beberapa tanda-tanda stres dalam beberapa bulan terakhir. Pihak UNM menyampaikan duka cita dan menyatakan akan membantu proses pemulangan jenazah serta menyediakan dukungan psikososial bagi rekan kerja dan mahasiswa yang terdampak.

    Tindakan Penyelidikan

    Kepolisian wilayah setempat menyatakan sedang melengkapi berkas pemeriksaan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Hasil pemeriksaan lebih lanjut dan keterangan resmi akan disampaikan kepada publik bila telah final.

    Tentang Kesehatan Mental dan Ajakan Mencari Bantuan

    Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental. Depresi adalah kondisi medis yang serius dan dapat dialami siapa saja. Jika Anda atau orang di sekitar Anda sedang mengalami tekanan emosi, pikiran untuk menyakiti diri, atau perubahan fungsi harian, mohon segera mencari pertolongan profesional.

    Segera hubungi layanan darurat setempat atau fasilitas kesehatan terdekat. Di Indonesia tersedia pula layanan konseling dan hotline kesehatan mental—sisipkan nomor layanan krisis lokal di sini (mis. nomor telepon rumah sakit setempat, kantor Dinas Kesehatan provinsi, atau hotline kesehatan mental) agar pembaca mendapat rujukan langsung.

    Reaksi Publik

    Berita duka ini memicu respons simpatik dari sivitas akademika dan masyarakat. Banyak yang menyerukan agar kampus memperkuat layanan konseling dan program pencegahan stres kerja bagi tenaga pendidik dan mahasiswa.

    Baca Juga : Appi Siapkan Pembangunan Stadion Untia, Groundbreaking 2026 Terinspirasi JIS

    Penutup

    Redaksi menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum/ah. Untuk menjaga etika dan keselamatan pembaca, kami kembali mengingatkan agar setiap pembaca yang membutuhkan bantuan kesehatan mental menghubungi layanan profesional terdekat.

    Tags: UNM Makassar, kesehatan mental, depresi, berita Sulsel

  • Oknum ASN Sulbar Jalani Sidang Pleidoi di Kasus Sindikat Uang Palsu Hari Ini

    Ilustrasi sidang mk
    Ilustrasi sidang mk
    Mamuju, Sulawesi Barat — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawesi Barat kembali menjalani sidang lanjutan kasus dugaan keterlibatan dalam sindikat uang palsu. Sidang yang digelar hari ini beragenda pembacaan pleidoi atau nota pembelaan dari pihak terdakwa.

    Kasus Sindikat Uang Palsu yang Menghebohkan

    Kasus ini mencuat beberapa bulan lalu setelah kepolisian membongkar jaringan pembuat dan pengedar uang palsu di wilayah Sulawesi Barat.

    Dalam pengungkapan tersebut, beberapa orang ditangkap, termasuk seorang ASN yang diduga memiliki peran penting dalam sindikat tersebut.

    Agenda Sidang Hari Ini

    Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Mamuju dipimpin oleh majelis hakim yang sama seperti persidangan sebelumnya.

    Agenda utama adalah pembacaan pleidoi atau pembelaan dari terdakwa dan tim penasihat hukumnya.

    Fokus Pleidoi Terdakwa

    Pada persidangan, tim kuasa hukum terdakwa menyampaikan bahwa kliennya hanya menjadi korban keadaan dan tidak terlibat dalam pembuatan uang palsu.

    Selain itu, pembelaan juga menekankan bahwa terdakwa tidak menikmati keuntungan dari hasil kejahatan tersebut.

    Kronologi Singkat Kasus

    Kasus ini bermula dari penggerebekan di sebuah rumah kontrakan yang diduga menjadi lokasi percetakan uang palsu.

    Polisi menemukan lembaran uang palsu pecahan Rp100 ribu, peralatan cetak, serta bahan baku yang siap digunakan.

    Peran ASN dalam Sindikat

    Berdasarkan penyelidikan, oknum ASN tersebut diduga memfasilitasi peredaran uang palsu melalui jaringan lokal di Sulbar.

    Namun, dalam persidangan, kuasa hukum membantah tuduhan tersebut dan menyebut keterlibatan kliennya hanya sebatas mengenal salah satu pelaku utama.

    Baja Juga : Tiga Pria Wajo Ditangkap Usai Tipu WNA Malaysia Rp150 Juta, Ini Modus Penipuannya

    Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

    Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 6 tahun dan denda Rp100 juta.

    Tuntutan tersebut didasarkan pada Pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

    Respon Majelis Hakim

    Majelis hakim menyatakan akan mempelajari pleidoi yang disampaikan terdakwa dan tim kuasa hukumnya.

    Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan putusan akhir.

    Reaksi Keluarga dan Masyarakat

    Keluarga terdakwa tampak hadir di ruang sidang dan berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang adil.

    Sementara itu, kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang ASN yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

    Upaya Pencegahan dan Edukasi

    Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap peredaran uang palsu.

    Masyarakat juga diimbau untuk melapor jika menemukan lembaran uang yang mencurigakan.

  • Appi Siapkan Pembangunan Stadion Untia, Groundbreaking 2026 Terinspirasi JIS

    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama pejabat Pemkot Makassar meninjau Jakarta International Stadium (JIS).

    Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan komitmennya untuk membangun Stadion Untia. Proses groundbreaking ditargetkan pada 2026 dengan konsep yang merujuk pada Jakarta International Stadium (JIS).

    Komitmen Bangun Stadion Baru

    Appi menyampaikan rencana pembangunan stadion ini sebagai langkah untuk mendorong perkembangan olahraga, khususnya sepak bola di Makassar.

    Menurutnya, keberadaan stadion baru akan menjadi simbol kebanggaan masyarakat sekaligus mendukung event olahraga berskala nasional maupun internasional.

    Target Groundbreaking 2026

    Pemerintah Kota Makassar menargetkan proses peletakan batu pertama atau groundbreaking Stadion Untia dapat dimulai pada 2026.

    Langkah ini dilakukan setelah seluruh proses perencanaan, perizinan, dan pembebasan lahan selesai dilakukan secara bertahap.

    Konsep Terinspirasi JIS

    Appi menjelaskan bahwa desain Stadion Untia akan mencontoh konsep modern dari Jakarta International Stadium (JIS).

    Stadion tersebut akan mengedepankan kenyamanan penonton, fasilitas berstandar FIFA, serta area komersial untuk mendukung keberlanjutan finansial stadion.

    Dukungan Infrastruktur dan Akses

    Pemkot Makassar juga menyiapkan rencana pembangunan akses jalan dan transportasi publik menuju Untia agar stadion mudah dijangkau.

    Selain itu, lahan parkir luas dan fasilitas pendukung akan disiapkan untuk mengantisipasi ribuan penonton pada hari pertandingan.

    Manfaat bagi Olahraga dan Ekonomi

    Pembangunan stadion baru ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi sepak bola Makassar serta mendorong sektor ekonomi kreatif.

    Event olahraga dan konser di stadion nantinya juga akan memberi dampak positif bagi pariwisata dan UMKM setempat.

    Baca Juga : Sekap dan Perkosa Remaja Perempuan, Pemuda di Gowa Ditangkap Polisi

    Kolaborasi dengan Investor

    Appi mengungkapkan bahwa proyek ini akan melibatkan investor swasta dan BUMN untuk meminimalkan beban APBD.

    Konsep kerja sama ini diharapkan membuat pembangunan lebih cepat dan pengelolaan stadion lebih profesional.

    Perencanaan Berbasis Studi Kelayakan

    Sebelum memulai groundbreaking, Pemkot Makassar akan melakukan studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, finansial, dan lingkungan.

    Studi ini menjadi landasan agar stadion tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga fungsional dan berkelanjutan.

    Dukungan Masyarakat

    Masyarakat Makassar menyambut antusias rencana pembangunan stadion baru ini. Banyak warga berharap stadion dapat menjadi markas PSM Makassar dengan fasilitas modern.

    “Kami ingin punya stadion yang bisa membanggakan Makassar seperti JIS di Jakarta,” ujar salah satu suporter.

    Harapan untuk Makassar

    Appi menegaskan bahwa Stadion Untia adalah proyek jangka panjang yang akan membawa Makassar ke level baru dalam dunia olahraga.

    Dengan dukungan semua pihak, ia optimis stadion ini akan menjadi ikon baru dan pusat kegiatan olahraga serta hiburan di kawasan timur Indonesia.

  • Tiga Pria Wajo Ditangkap Usai Tipu WNA Malaysia Rp150 Juta, Ini Modus Penipuannya

    3 Warga Wajo Ditangkap usai Tipu WNA Malaysia Rp150 Juta, Ini Modusnya
    3 Warga Wajo Ditangkap usai Tipu WNA Malaysia Rp150 Juta, Ini Modusnya

    Wajo, Sulawesi Selatan — Tiga warga Kabupaten Wajo harus berurusan dengan hukum setelah ditangkap polisi karena diduga melakukan penipuan terhadap seorang warga negara asing asal Malaysia. Korban mengalami kerugian hingga Rp150 juta akibat ulah para pelaku.

    Penangkapan Berawal dari Laporan Korban

    Kasus ini mencuat setelah korban, yang merupakan seorang pengusaha asal Kuala Lumpur, melaporkan penipuan tersebut ke pihak kepolisian melalui Konsulat Jenderal Malaysia di Makassar. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Resmob Polres Wajo.

    Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil mengamankan tiga pelaku di lokasi berbeda dalam waktu kurang dari 48 jam.

    Identitas dan Peran Pelaku

    Ketiga pelaku diketahui berinisial AR (32), MS (29), dan HF (34). Ketiganya merupakan warga asli Kabupaten Wajo yang selama ini dikenal aktif di media sosial dan perdagangan daring.

    Menurut polisi, ketiganya memiliki peran masing-masing dalam menjalankan modus penipuan yang mereka rancang bersama secara sistematis.

    Modus Penipuan Melalui Transaksi Online

    Para pelaku menggunakan platform media sosial untuk berkenalan dengan korban. Mereka kemudian menawarkan kerja sama bisnis dalam bentuk investasi ekspor barang dari Sulawesi ke Malaysia.

    Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan mengirimkan dokumen palsu seperti invoice, kontrak kerja sama, dan foto gudang palsu melalui aplikasi pesan instan.

    Baca Juga : 1 Kamar di Wisma Anda Belopa Terbakar, Pemilik Pastikan Tamu Selamat

    Korban Tertipu Hingga Rp150 Juta

    Korban akhirnya mentransfer dana sebesar Rp150 juta ke rekening salah satu pelaku sebagai uang muka untuk pengiriman produk.

    Namun, setelah uang ditransfer, para pelaku langsung memutus komunikasi dan memblokir semua akses korban. Dari sinilah korban menyadari dirinya telah ditipu.

    Barang Bukti Disita Polisi

    Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku, termasuk dua unit ponsel, kartu ATM, buku tabungan, dan dokumen palsu yang digunakan untuk memperdaya korban.

    Penyidik juga melacak aliran dana dan berhasil membekukan sisa uang yang masih berada di rekening pelaku.

    Pengakuan Mengejutkan dari Pelaku

    Salah satu pelaku mengaku baru pertama kali melakukan penipuan terhadap WNA. Namun, polisi menemukan indikasi bahwa mereka telah beraksi lebih dari sekali dengan target serupa.

    “Kami tergiur karena korban terlihat percaya. Kami butuh uang,” ujar pelaku AR saat diperiksa polisi.

    Polisi Jerat dengan Pasal Berlapis

    Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

    Kapolres Wajo mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran bisnis daring, terlebih yang melibatkan pengiriman dana dalam jumlah besar.

    Reaksi Pemerintah Daerah

    Pemerintah Kabupaten Wajo menyatakan keprihatinan atas kasus ini dan berjanji akan meningkatkan literasi digital serta edukasi hukum kepada masyarakat setempat.

    “Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan lembaga terkait agar kasus seperti ini tidak terulang,” kata juru bicara Pemkab Wajo.

    Respons dari Konsulat Malaysia

    Pihak Konsulat Jenderal Malaysia di Makassar menyampaikan apresiasi atas kerja cepat kepolisian Indonesia dalam menangani laporan warga negaranya.

    Mereka juga akan mendampingi korban dalam proses hukum selanjutnya dan memastikan keadilan ditegakkan.

    Publik Diminta Waspada

    Polres Wajo mengingatkan bahwa penipuan online dengan modus bisnis palsu makin marak, khususnya dengan sasaran warga asing yang tidak mengenal sistem lokal.

    Karena itu, penting bagi semua pihak untuk melakukan verifikasi secara menyeluruh sebelum menjalin kerja sama atau mentransfer dana dalam jumlah besar.

    Penutup

    Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa kejahatan dunia maya semakin berkembang, bahkan bisa melintasi batas negara. Dengan kerjasama lintas instansi, kasus seperti ini dapat ditindak tegas.

    Kepolisian berharap masyarakat tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi atau bisnis online yang tidak jelas asal usul dan legalitasnya.

  • Anak Berkebutuhan Khusus Memukau Lewat Tari Tulolonna di Peringatan HAN 2025

    Sejumlah Anak Disabilitas Bawakan Tari

    Makassar,  Suasana penuh haru dan semangat terasa dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 yang digelar di Makassar.

    Semangat Inklusif Warnai Peringatan HAN

    Pada acara tersebut, sejumlah anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan Down Syndrome, tampil membawakan Tari Tulolonna, sebuah tarian tradisional asal Sulawesi Selatan yang sarat makna.

    Penampilan mereka menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara, memukau para hadirin dengan gerakan yang terkoordinasi dan ekspresi penuh semangat.

    Tari Tulolonna: Tradisi dan Makna

    Tari Tulolonna menceritakan kisah perjalanan hidup, harapan, dan kekuatan menghadapi tantangan. Hal ini selaras dengan perjuangan para anak disabilitas yang tampil dengan percaya diri di atas panggung.

    Para penari menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.

    Down Syndrome Bukan Penghalang

    Seorang anak penyandang Down Syndrome menjadi pusat perhatian. Ia menari dengan semangat, mengikuti irama musik dengan ketekunan dan ketepatan yang luar biasa.

    Kehadirannya membawa pesan kuat: bahwa setiap anak, apapun kondisinya, berhak untuk diakui dan dihargai.

    Baca Juga : Warung Neni Panen Berkah dari Program Penanaman Mangrove di Vale

    Pelibatan Aktif Komunitas Disabilitas

    Acara ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tapi juga menjadi ruang inklusi bagi komunitas disabilitas. Anak-anak dari sekolah luar biasa (SLB) dilibatkan secara aktif dalam latihan dan pertunjukan.

    Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah, komunitas seni, dan lembaga pendidikan khusus di Sulawesi Selatan.

    Apresiasi dari Masyarakat

    Penampilan anak-anak disabilitas menuai apresiasi besar. Para penonton memberikan tepuk tangan meriah, dan sebagian terlihat terharu menyaksikan keberanian dan semangat mereka.

    Banyak yang mengungkapkan kekaguman atas kemampuan anak-anak menampilkan budaya lokal dengan begitu apik.

    Peran Guru dan Pendamping

    Kesuksesan penampilan ini tidak lepas dari peran guru dan pendamping yang sabar dan telaten membimbing para peserta.

    Proses latihan berlangsung selama beberapa minggu, dengan pendekatan yang menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman dan percaya diri.

    Momentum Penguatan Inklusi

    Pementasan tari ini menjadi momentum penting dalam menguatkan nilai inklusi dalam pendidikan dan budaya. Tidak hanya bagi peserta, tapi juga untuk masyarakat yang hadir dan menyaksikan.

    Pesan yang disampaikan sangat jelas: semua anak memiliki potensi, dan semua pantas diberi ruang untuk tumbuh dan bersinar.

    Menumbuhkan Kepercayaan Diri

    Bagi para peserta, tampil di panggung besar memberikan pengalaman yang luar biasa. Kepercayaan diri mereka tumbuh, begitu juga dengan motivasi untuk terus belajar dan berkarya.

    Orang tua pun merasa bangga dan terharu atas pencapaian anak-anak mereka.

    Mendorong Partisipasi Budaya yang Setara

    Acara ini sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya daerah seharusnya melibatkan semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas.

    Dengan demikian, budaya menjadi milik bersama dan sarana penyatuan, bukan pemisahan.

  • Warung Neni Panen Berkah dari Program Penanaman Mangrove di Vale

    Penanaman Magrove Vale Jadi Berkah buat Warung Neni
    Penanaman Magrove Vale Jadi Berkah buat Warung Neni

    Tanggal: 30 Juli 2025 | Penulis: Tim Lingkungan & UMKM

    Manfaat Tak Terduga dari Mangrove

    Program penanaman mangrove di sekitar wilayah tambang Vale membawa dampak yang luas. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat lokal.

    Salah satu yang merasakannya langsung adalah Ibu Neni, pemilik warung makan di pinggir pantai wilayah Sorowako.

    Warung Kecil yang Jadi Besar

    Warung Neni dulunya hanya menjual gorengan dan kopi sachet. Pengunjungnya pun terbatas pada warga sekitar.

    Namun, sejak program rehabilitasi mangrove dimulai, lokasi tersebut kian ramai dikunjungi oleh relawan, karyawan, dan wisatawan.

    Ramainya Kegiatan, Ramai Juga Dagangan

    Setiap ada agenda tanam mangrove, warung milik Ibu Neni kebanjiran pembeli. Ini membuat penghasilannya meningkat hampir dua kali lipat.

    Tak hanya makanan ringan, kini ia juga menjual makanan berat seperti nasi kuning dan ikan bakar.

    Dampak Lingkungan yang Nyata

    Pohon-pohon mangrove yang tumbuh membuat daerah pesisir lebih sejuk dan indah. Banyak orang datang hanya untuk berfoto dan menikmati suasana.

    Situasi ini secara tidak langsung memberi promosi gratis untuk usaha kecil seperti warung milik Ibu Neni.

    Dukungan dari Vale dan Warga

    PT Vale Indonesia tak hanya menanam pohon, tapi juga melibatkan warga dalam setiap tahap pelaksanaan program.

    Warga seperti Ibu Neni mendapat pelatihan kewirausahaan agar bisa mengembangkan usaha mereka.

    Kreativitas di Tengah Kesempatan

    Ibu Neni tidak hanya mengandalkan lokasi. Ia mulai menjual produk lokal seperti keripik sagu dan minuman herbal dingin.

    Dengan dukungan komunitas, ia berhasil menciptakan merek dagang sendiri untuk dagangannya.

    Perubahan Ekonomi Mikro

    Program lingkungan seringkali dianggap terpisah dari ekonomi. Namun kisah Warung Neni membuktikan sebaliknya.

    Pertumbuhan warung kecil ini adalah contoh nyata bahwa program hijau bisa sejalan dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

    Harapan dan Inspirasi Baru

    Kisah Ibu Neni menyebar cepat di kalangan warga desa. Banyak yang mulai meniru langkahnya membuka usaha serupa.

    Ini membuktikan bahwa satu perubahan kecil bisa memicu perubahan besar di masyarakat.

    Warung dengan Nilai Tambah Sosial

    Selain menjual makanan, warung Neni menjadi tempat berkumpul bagi relawan dan warga. Tempat itu kini menjadi pusat cerita dan inspirasi.

    Kegiatan belajar membuat produk lokal pun sering diadakan di sana.

    Baca Juga : Civil Township: Pemerintahan Lokal Kecil yang Menjaga Warga Amerika

    Semangat Hijau, Semangat Ekonomi

    Program mangrove bukan sekadar tanam pohon, tetapi tanam harapan. Kisah Ibu Neni adalah buktinya.

    Dengan sedikit dorongan dan kesempatan, masyarakat lokal bisa tumbuh bersama alam secara berkelanjutan.