Gunung Marapi Erupsi, Warga Diimbau Jauhi Radius 3 Kilometer


SUMATERA BARAT Gunung Marapi kembali erupsi pada Selasa pagi, mengeluarkan kolom abu pekat yang membumbung tinggi ke udara. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi mengimbau warga menjauhi area dalam radius 3 kilometer dari kawah guna menghindari potensi bahaya erupsi susulan.

Letusan tersebut diikuti suara gemuruh dari puncak gunung. Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah sejumlah wilayah pemukiman. Sejumlah warga mulai menggunakan masker untuk mengurangi dampak paparan abu.


Kolom Abu Mencapai Beberapa Kilometer

PVMBG melaporkan bahwa kolom abu membubung dengan warna kelabu hingga kehitaman. Arah angin membawa abu ke kawasan sekitar Kabupaten Tanah Datar dan Agam.

“Aktivitas erupsi masih berlangsung. Masyarakat agar tetap tenang, namun mematuhi seluruh imbauan keselamatan,” kata petugas pos pantau Marapi.

Erupsi berlangsung secara terus-menerus, meskipun intensitasnya bervariasi. Petugas mencatat adanya lontaran material pijar dari kawah, meski masih dalam kategori ringan.


Warga Diminta Menjauhi Radius 3 Km

PVMBG menetapkan zona bahaya dalam radius 3 kilometer. Warga diminta tidak melakukan aktivitas seperti mendaki, bertani, atau berkemah di sekitar puncak gunung.

  • Dilarang mendekati area kawah aktif.
  • Dilarang berkegiatan di lembah aliran sungai yang berhulu ke puncak Marapi.
  • Warga diimbau memakai masker untuk mengurangi paparan abu.
  • Pengendara disarankan meningkatkan kewaspadaan akibat jarak pandang menurun.

Pemerintah daerah bersama BPBD telah membagikan masker ke sejumlah titik dan menyiapkan pos pengamatan untuk memantau kondisi terbaru.


Dampak Abu Vulkanik Mulai Terasa

Sejumlah desa di lereng Marapi melaporkan hujan abu tipis. Kendaraan dan atap rumah tertutup lapisan debu halus. Sekolah-sekolah yang berada di jalur abu memberikan fleksibilitas kepada siswa untuk belajar dari rumah apabila kondisi memburuk.

Warga juga diminta menjaga kebersihan sumber air dan menutup bak penampungan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.


Aktivitas Seismik Masih Fluktuatif

Seismograf mencatat peningkatan gempa vulkanik dangkal dan embusan sejak beberapa hari terakhir. Petugas menyatakan bahwa kondisi ini masih dalam batas wajar untuk Gunung Marapi yang termasuk aktif dan sering mengalami erupsi kecil.

Meski demikian, potensi erupsi lanjutan tetap terbuka sehingga tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan.


Sejarah Erupsi Gunung Marapi

Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Sumatera Barat. Erupsinya cenderung bersifat freatik hingga magmatik ringan, namun tetap menimbulkan ancaman bagi penduduk sekitar.

Erupsi besar terakhir tercatat beberapa tahun lalu ketika lontaran material batu dan abu mencapai area pendakian, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas.


Imbauan PVMBG dan Pemerintah Daerah

PVMBG menegaskan agar masyarakat tidak mempercayai informasi palsu (hoaks) yang beredar di media sosial. Setiap perkembangan resmi dapat dipantau melalui situs dan kanal informasi pemerintah.

Pemerintah daerah juga mempersiapkan langkah antisipasi jika terjadi hujan abu lebih tebal, termasuk pembagian masker tambahan dan pembersihan fasilitas umum.


Kesimpulan

Gunung Marapi kembali erupsi dan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Warga diimbau menjauhi radius 3 kilometer dari kawah serta tetap mengikuti instruksi dari PVMBG dan aparat setempat. Dengan langkah waspada dan informasi yang tepat, risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin.


Referensi Terkait

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *